[ endhoot ]

endhoot at the first time being BLOGger was so GO-BLOG for nge-BLOG in the BLOGspot and made a JE-BLOG one

Friday, November 03, 2006

Karnaval 17-an

Kembali ke beberapa bulan yang lalu... bulan Agustus, bulan di mana Indonesia merdeka di tanggal 17-nya tahun 1945 yang lampau. Ya ya ya... bulan Agustus memang kadang identik dengan bulan penuh karnaval untuk perayaan memperingati 17 Agustus. Tahun ini Indonesia telah merdeka selama 61 tahun. Entahlah... rasa nasionalismeku masih ada atau tidak. Sejak lulus kuliah tidak pernah lagi melihat pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih di Istana Negara yang disiarkan secara langsung di TV. Padahal dulu ini salah satu acara yang aku tunggu-tunggu. Sejak kuliah pun tidak pernah lagi merasakan upacara bendera. Padahal sejak SD sampai SMA aku hampir selalu menjadi petugas upacara, meskipun hanya terbatas pada bagian pembacaan susunan acara upacara (bagian protokol nyebutnya) dan kadang sebagai pemimpin paduan suara. Iya... iya... aku ga pernah menjadi petugas pengibar bendera karena tubuhku yang mungil... hihihiihihii... Kenapa harus yang tinggi sih? Emangnya kalo mungil ga bisa ngibarin bendera apa???

Oops... kok malah pake aan :D Gini... gini... sebenernya aku mo cerita tentang suka dukaku pada bulan-bulan Agustus yang telah lalu. Di Madiun setiap bulan Agustus adalah bulan yang berisi dengan pawai atau karnaval perayaan 17 Agustus. Ada 3 jenis karnaval : karnaval jalan, karnaval sepeda, karnaval mobil. Tiap jenis pasti mempunyai rute perjalanan sendiri-sendiri, biasanya mengelilingi kota, yang semakin bermesin semakin jauh jarak tempuhnya. Dan intinya adalah sejak kelas 4 SD sampai dengan 2 SMA aku selalu ikut karnaval, terutama karnaval jalan. Jadi sukanya adalah aku selalu ikut serta memeriahkan perayaan kenegaraan ini, dan dukanya aku ga pernah bisa melihat karnaval yang sedang aku ikuti.

Kelas 4-5 SD ikut karnaval drumband sekolah sebagai pom-pom girl, itu loh yang nari-nari kalo pas ada lagunya. Kelas 6 SD ikut karnaval drumband sekolah mainin harmonipet, alat tiup yang bentuknya seperti piano kecil. Kelas 1 SMP kebagian harmonipet lagi. Kelas 2-3 SMP ikut drumband-nya mainin tenor. Kelas 1-2 SMA nari-nari di jalan diiringi lagu dari speaker, dan yang paling ingat adalah pake lagunya Elfa's Singers judulnya Pesta.

Gerakkan kakimu
Ke kiri dan ke kanan
Langkahkan ke depan
Dan bentuklah putaran
Sepanjang malam terus
Dansaaa!!!
Sepanjang malam terus
Pestaaaa!!!
Sampai pagi menjelang...

Setelah obrak-abrik koleksi photo yang ada, aku menemukan beberapa photo sebagai bukti otentik :





Eh ya, masih pada inget urutan tata cara upacara ndak? Ingatanku akan itu udah entah ke mana deh... Tapi si Fahmi Side B ada contekannya nih di sini.

Dan beberapa tahun belakangan ini, terutama setelah aku ada di Bandung, kegiatanku memperingati 17-an adalah dengan membantu mbak ipar juwalan bakso di bazaar komplek. Kebagian tugas jadi kasir ceritanya... hehheheh... Eh eh tapi yang mo aku pamerin di sini bukan meriahnya suasana bazaar ato panggung hiburannya ato lomba2nya... Tapi aku mo pamer bahwa 17-an kemaren setelah sesiangan juwalan bakso, malemnya meneruskan juwalan teh botol, dan ada seorang bapak yang berjuwalan batang2 eh tangkai2 phosphor yang beraneka ragam warnanya, dan dia amat sangad laris manis sekali... pada banyak yang beli termasuk aku... huaheaheiaheiaheia... Bisa dilengkungkan sehingga menjadi gelang, aku penasaran juga akhirnya beli 4 warna :D


Dan aku masih penasaran, cairan apa yang ada di dalam itu karena untuk membuatnya menyala harus dipukul2in dulu, tapi keesokan harinya dah ga ngejreng lagi di dalam gelap meskipun dipukul2 juga... hihihihi...

Labels:

2 Comments:

At November 03, 2006 8:36 PM, Blogger M Fahmi Aulia said...

YES...PERTAMAX...
ah, otentik darimana? dari hongkong?
:-"

 
At November 03, 2006 8:40 PM, Blogger Joanie Mack said...

Saya juga nggak pernah jadi pengibar bendera tuh, Bun. Ketinggian, kata mereka sih. Huhuhu. :-(

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home

Wall of Sh[F]ame