[ endhoot ]

endhoot at the first time being BLOGger was so GO-BLOG for nge-BLOG in the BLOGspot and made a JE-BLOG one

Friday, March 09, 2012

Leaving Comfort Zone part 2

Yup!
Leaving another comfort zone part 2

And I leave my heart there

Well...
A little bit of sadness

But
I must be happy to welcome a new adventure in other place

Bismillah!

Labels:

Monday, May 09, 2011

Season ke-3, Episode ke-9


Dan ceritapun masih berlanjut...

Labels:

Wednesday, April 20, 2011

Wishlist 2011

Okeee...

Aku pengen iPod Nano multi touch
Yang warna merah!

Ato iPod yang generasi lama pun juga gpp.
Pokoke yang merah!

-demikian-

Labels: ,

Thursday, June 03, 2010

Masuk Detikinet, Cuy!

Ahak-ahak... diriku masuk media lagi, detikinet lagi :p Link-nya ada di sini nih: http://www.detikinet.com/read/2010/06/03/074053/1368773/398/blogger-ditantang-ngeblog-31-hari-non-stop. Monggo...

Kamis, 03/06/2010 07:40 WIB

Blogger Ditantang Ngeblog 31 Hari Non-stop
Andrian Fauzi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Memotivasi untuk menulis blog, seorang blogger menantang dirinya untuk ngeblog selama 31 hari non-stop. Tantangan yang awalnya ditujukan untuk diri sendiri akhirnya berhasil memicu blogger Indonesia lainnya untuk turut serta.

Adalah Rahmadian Lestari Arbianita atau yang akrab disapa Endhoot yang awalnya menantang untuk memposting setiap hari di blognya. Ide awalnya sebenarnya hanya untuk memotivasi dirinya sendiri agar produktif memposting tulisan ataupun foto di blognya. Tapi siapa sangka kalau tantangan tersebut disambut baik oleh blogger lain.

"Awalnya karena saya ulang tahun di bulan Mei. Dan Mei ada 31 hari. Lalu saya bikin tantangan buat diri sendiri untuk memposting tulisan selama 31 hari," ujarnya, saat berbincang dengan detikINET.

Wanita yang juga sering dipanggil Bunda oleh para blogger ini pun menampik kalau apa yang dilakukannya merupakan gerakan. Dia menganggap ini adalah sebuah tantangan.

"Kalau gerakan artinya saya mengajak orang lain untuk ikut apa yang saya lakukan. Saya tidak mengajak kok. Saya hanya menantang diri sendiri untuk menulis. Tapi rupanya tantangan ini disambut baik oleh teman-teman yang lain. Tantangan ini kemudian diposting di Twitter. Jadi banyak yang ikut," jelas Endhoot.

Tantangan ini, ia melanjutkan, juga menjadi salah satu pemanasan bagi blogger untuk menyambut Pesta Blogger (PB) 2010, ajang kopi darat blogger terbesar Tanah Air yang rencananya bakal digelar pada Oktober nanti. "Setelah ngobrol dengan Rara (ketua pelaksana PB 2010 - red) dia tertarik," tukas Endhoot

Para blogger yang ikut berpartisipasi dalam tantangan ini kemudian menyerahkan postingannya ke blog milik Nita Sellya yang beralamat di www.nitasellya.blogspot.com. Saat ini sudah ada 48 blogger yang ikut berpartisipasi.

"Tantangan ini juga untuk menyentil blogger-blogger senior macam Enda dan Priyadi yang jarang posting," seloroh Endhoot, sambil tertawa.

Ikhlasul Amal, salah satu blogger yang ikut berpastisipasi dalam tantangan ini mengaku bahwa keikutsertaan dirinya karena untuk memotivasi dirinya.

"Karena saya memang percaya itu salah satu cara untuk memaksa diri sendiri agar aktif. Saya sudah mencoba sendiri dulu sebelumnya. Tentunya tidak pakai nama atau label, dan sejauh ini berhasil," tukasnya.

Bahkan, tambah pria yang juga aktif di beberapa komunitas IT di Bandung ini, ada beberapa blogger yang ssangat antusias untuk ikutan tantangan ini. "Saya baca pengakuan yang ikutan. Ini menarik karena semangat menjadi muncul lagi dan latihan menulis. Bahkan ada yang sampai bela-belain hampir setiap malam ke warnet karena tidak boleh ngeblog di kantornya," ia menandaskan.

( afz / ash )

Protes:
- tadi sempet salah cetak menyebutkan nama Priyadi dan Ikhlasul Amal, kemudian setelah aku konfirmasi, udah dibenerin
- itu kenapa di namaku belum dikasih link ke blog-ku ini ya?
- itu kenapa malah link blog-nya Nita yang malah terpampang jelas di situ? grmbl grmbl grmbl... LOL :p
- naon deui nya?

Labels: , , , ,

Wednesday, May 26, 2010

Au' Ah Gelap

Bingung

Dilema

Ya ato gak

Gimana ya

Pusing

Aduh

Gak tau

Entah

Dunno what to do

Help

Tolong

Bimbang

Ragu

Tapi pengen

Termenung

Ouch

Terpekur

Ough

Mikir

Menimbang

Nasib nasib

Aaarrgghhhhh

Sigh

Ah sudahlah

Belum bisa memutuskan

Labels: ,

Monday, May 24, 2010

Pemalas

Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Memang! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! B en a r! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Ce r i ta! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Seratus ! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! K a t a ! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!
Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas! Pemalas!

Labels: ,

Friday, May 21, 2010

Kamu

Kamu
Jadikan aku obyek gangguanmu

Kamu
Emang senangnya menggodaku

Kamu
Raba-raba wajahku

Kamu
Ajak aku untuk pergi ke depan cermin selalu

Kamu
Walaupun begitu kepadaku

Kamu
Adalah penghias hidupku

Kamu
Terletak di daguku




Oh jerawatku...

Labels: ,

Thursday, May 20, 2010

Writer's Block?

Not really.

Hari ke-20.

Aku sebenernya tidak mengalami kebuntuan ide untuk menulis dan menjalani tantangan #blog31hari ini. Enggaklah. Belum. Sebetulnya malah judul untuk sisa postingan 11 hari lagi ini telah aku persiapkan. Banyak bahan, amat sangat banyak sekali, yang bisa dituangkan ke dalam tulisan, yang bisa menjadi sumber ide. Akan tetapi... nah ini dia ada TETAPInya nih, rencana itu gak bisa selamanya berjalan mulus. Banyak faktor yang agak menghambat jalan menuju ke Paris (sengaja aku gak memakai Roma, karena emang impianku pengen ke Paris *kriuk*), antara lain:

- Bagiku lebih mudah untuk menulis dan menceritakan tentang pengalaman diri sendiri daripada menulis suatu topik yang agak seriyus, yang mana aku sering tidak terlalu memahaminya. Pengalaman yang ada tinggal diceritakan kembali ke dalam bentuk tulisan. Harusnya misalnyapun kudu menulis 365 postingan dalam 1 tahun bisalah terisi semua, lha wong tinggal memanggil memori di otak aja. Gampang to?

- Ketika hendak mengolah bahan, biasanya terbentur dengan bagaimana menyusun kalimat dan kata2 yang enak untuk dibaca dan dimengerti. Haiyah... kayak yang tulisanku bermutu dan enak dibaca aja. Cih.

- Keterbatasan waktu. Ya iyalah... ngebagi waktu itu gak gampang. Kerja, bermain (maen game di fesbuk mangsutnya), panen, ngangkat masakan, kasih makan hewan piaraan, ngurusin hotel, ngurusin tata kota, huaiheaiuheiauheah.... iye iye... yang aku sebutin itu cuman game kok :p udah gitu milis-an, kopdar-an, capek, ngantuk, masih harus menulis pula (salah sendiri bikin tantangan) :p

- Ketidaksiapan bahan. Judul udah ada. Tema juga udah ada. Tapi memilih poto2, me-resize poto2, dan meng-upload-nya ke flickr perlu waktu ekstra. Aku jarang pakai picasa karena space yang disediakan google untuk blogspot ini gak gede, padahal kalo aku udah menyertakan poto2 perjalanan di tulisan biasanya bakal seabreg2.

- Lokasi penulisan. Di kantor dan di rumah. Di kantor tentu saja waktu dipergunakan lebih banyak buat bekerja dong (uhuk! bo'ong banget yak). Sedangkan di rumah, begitu mo ngolah poto2nya ternyata poto2nya kebanyakan ditaro di harddisk kantor, dan koneksi tidak sebagus dan selancar kalo di kantor.

Jadi gimana dong?
*garuk-garuk*

Sumber gambar dari:
http://www.lovehorsepower.com/galleries/44269331/CheeseDS/album/slides/funny-pictures-stuck-cat.jpg

Ya ya ya... semua itu ah-lesyan aja kok. Ketika bahan yang ada belum bisa terolah dengan baik dan rapi, jadinya ya begini nih, maen tulis seadanya *kabur*

Labels: , , ,

Tuesday, May 18, 2010

Masa-Masa di Sekolah

Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2010.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan

Dalam rangka berpartisipasi dan ikut memeriahkan program online Entri Tematik, maka dengan ini saya menyatakan ikut menyumbang 1 postingan. Semoga tulisan saya menjadi yang paling favorit. Halah... :p

Gak ah, aku gak mau nulis yang seriyus tentang pendidikan. Udah ada porsi dan ahlinya sendiri untuk membahas tentang itu. Aku cuma pengen cerita aja tentang masa-masa aku bersekolah. Ya aku usahakan sih masih masuk ke tema yang dimaksud :p So, duduk yang manis, siyapkan cemilan dan minuman bila mau, mari dengarkan aku bercerita.

Taman Kanak-kanak (TK)
Jaman eh zaman *lirik uda Ivan Lanin* itu belum ada playgroup. Aku masuk TK pun di umur 5 tahun. Semasa TK seingatku gak pernah diajarin calistung (baca tulis berhitung). Pendidikan di TK hanya bermain, bermain, dan bermain. Ga melulu bermain sih tapi ada kerajinan tangan seperti seni melipat kertas, mewarnai, menggambar, bernyanyi, dan olah raga. Pengenalan huruf dan angka ya yang intinya saja palingan, such as A-Z dan 1-10 (kenapa bukan 0-9 ya?).

Di rumah paling sambil ditebakin ama bonyok untuk nyebutin huruf yang ada di koran (langganan Kompas waktu itu), untuk yang lain-lain sih langganan Bobo. Pangku bokap dan minta diceritain Keluarga Bobo (yang mana ketika aku udah bisa membaca sendiri, aku baru nyadar kalo ada beberapa cerita Bobo yang dibacain bokap itu bo'ong, alias bokap ngarang sendiri ceritanya, bukan bacain tulisan yang ada di situ... hihihiihih... bokap cuman senyum aja ketika aku protes). Langganan Donal Bebek juga, berhubung belum bisa baca ya liatin gambar2nya dowang lah, atau ya minta diceritain ama bokap.

Di TK tersebut, para murid yang mempunyai bakat bener2 diperhatikan, terutama bakat menggambar dan melukis. Aku pun termasuk yang mempunyai bakat menggambar (keturunan dari bokap sih ini mah). Bakat mereka ini akan diasah. Sempat beberapa gambarku mo diikutkan lomba (ato pameran ya, lupa) ke Jepang, tapi ternyata terjegal di tingkat nasional. Begitu udah gak di TK lagi gak ada lagi yang merhatiin bakatku, jadinya ya tidak terasah dan lama2 jadi menghilang.

Semasa TK, aku termasuk anak yang sangat pemalu. Padahal kalo gak malu, sama nyokap aku mo di-les-in balet dan tari jawa. Baru sekarang gede begini aku nyesel kenapa aku pake malu2 segala. Di kelas pun juga begitu, tiap kali disuruh maju untuk menyanyi, aku sih berani maju, tapi begitu udah di depan langsung terdiam. Demam panggung kali ya... ga bakat jadi seleb nih... hauehaiuheuiaheuiah... Tapi ini termasuk pendidikan juga kan, untuk berani tampil, untuk melatih keberanian, untuk mengesampingkan rasa malu. Akhirnya pas kelas B aku berani nyanyi di depan khalayak ramai (haiyah lebay... di depan temen2 sekelas aja kok) ketika aku ngadain pesta ulang tahun di sekolah. Sepertinya wajib deh kalo yg ultah harus nyanyi sesuatu. Jadi ya aku amat sangat terpaksa sekali gak malu buat nyanyi :p

Sekolah Dasar (SD)
Masuk SD umur 7 tahun lebih dikit, dikarenakan tahun itu ada pergantian sistem tahun ajaran baru. Yang sebelumnya per Januari, berganti jadi per Juli. Jadi wee umurku amat sangat matang di tingkat pendidikan sekolah dasar. 6 tahun masa sekolah kulewati tanpa pernah tinggal kelas ato malah loncat kelas. 2 kakakku pernah pada loncat kelas, jadi misalnya kelas 4 cawu 2 naik ke kelas 5, kemudian di cawu 3-nya naik kelas 6. Ya something like that lah. Tapi pas di ja... eh zamanku sistem loncat kelas ini telah ditiadakan.

Pelajaran calistung terfokus di kelas 1 dan 2. Menulis haluspun masih diberlakukan. Aku jadi ingat, awal-awal masuk kelas 1, diajarin berhitung sederhana 1 + 1 = 2 tapi masih dalam bentuk gambar buah, bunga, dll belum dalam bentuk angka, aku dapet nilai 10 (ato A ya, lupa, pokoknya bener semua). Sesampainya di rumah itu buku yang ada nilainya 10 (ato A) itu aku bawa ke mana-mana, aku pandangin terus. Gembira, bahagia, senang, bangga rasanya... hihihihihiii...

Dibandingkan dengan pendidikan SD sekarang, dulu aku tuh gak pernah belajar, tapi bisa jadi juara kelas. PR juga gak banyak2 amat, bahkan kadang gak ada PR malahan. Trus buku-buku cetak/buku pelajaran bisa dipakai turun-temurun selama beberapa tahun. Karena itu sekolah kadang memberikan fasilitas pinjaman buku pelajaran bagi yang gak mampu, ato malah emang harus pinjam ke sekolah. Jadi lebih irit lagi kan pengeluaran biaya untuk pendidikan. Karena bukunya pinjaman dari sekolah, maka kita juga dilatih dan dididik untuk selalu menjaga dan memelihara buku tersebut. Di akhir tahun pelajaran, buku tersebut harus dikembalikan dalam keadaan bersih tanpa coretan dan tanpa kusut.

Menjadi anak dari seorang guru tuh ada enak dan ada gak enaknya. Ke mana-mana jadi dikenal sama guru-guru sesekolahan. Gak enaknya kan harus ja'im biar ga ada laporan jelek masuk ke ortu. Enaknya kalo ada kegiatan jadi lebih sering ditunjuk untuk ikutan tanpa bersusah payah :p Mulai dari jadi pembaca acara di upacara sekolah, ikut paduan suara, ikut tampil di TV dalam program acara Ayo Menyanyi, ikut senam lantai (yang kemudian dikomersilkan oleh pelatih senamnya, dan kita ga ngerasa dikaryakan... maklum lasih lugu), sampai ikutan drumband (jadi pom-pom girl dulu, kemudian naik kasta jadi peniup harmonipet... eh ato malah turun kasta ya? kalo pom-pom girl kan selalu berada di depan, sedangkan harmonipet berada di barisan belakang).


Di acara TV Surabaya - Ayo Menyanyi. Hayooo... aku yang mana?

Selama SD, aku hampir selalu menjadi juara kelas. Sainganku cuman 1, cowok pula. Jadi kalo gak aku ya dia yang juara kelasnya. Dari sini aku sempat mendapatkan beberapa kali beasiswa. Pernah suatu saat pembagian raport (yg entah kenapa waktu itu kok dibagikan langsung ke murid ya, ga pake diambil ortu), aku pulang dengan sangat ketakutan (kelas 2 kalo gak salah) karena nilai-nilai di raportku jelek, banyak angka 6 bertebaran di sana. Nyokap kaget dan gak percaya, langsung mendatangi wali kelas dan ternyata benaaarrr... nilai-ku tertukar dengan seorang teman, langsung deh itu angka 6 yang bertebaran berubah menjadi 8. Hoorrrayy!

Di SD ini rasa maluku mulai berkurang, mulai bisa berteman, malah geng2an segala, waktu itu sih istilahnya kelompok2an. Tapi juga zamannya pundungan ato ngambekan. Digodain dikit, dibecandain dikit, langsung deh pundung... ngambek... Dengan banyaknya kegiatan yang aku ikuti, secara gak langsung mendidik aku untuk menjadi pemberani, tidak menjadikan semua hal itu memalukan.

Oh ya, pada saat aku kelas 6, saat ujian akhir, mulai diberlakukannya untuk pertama kalinya EBTA dan EBTANAS. Evaluasi Belajar Tahap Akhir dan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional. EBTA berhubungan dengan nilai di ijazah/STTB untuk semua mata pelajaran (ada 10), sedangkan EBTANAS hanya 5 pelajaran inti saja (PMP, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS). EBTANAS aku dapet nilai total 42,28.

Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Menginjak ke SMP, rankingku mulai agak menurun. Jumlah murid yang makin buanyak dalam 1 angkatan (SD cuman 2 kelas, SMP ada 9 kelas) dan mulai memperluwas pertemanan yang mungkin merupakan penyebab dari mulai menurunnya ranking. Pelajaran-pelajaran mulai dikenalkan secara lebih spesifik. Bahasa Inggris mulai dikenalkan untuk pertama kalinya. Tapi rata-rata aku masih selalu berada di 10 besar kok.

Mulai naksir cowok (eh SD pun juga udah pernah naksir juga deng... hihihiihi...), apalagi saat itu ada 1 cowok indo-belanda yang sekolah di SMP-ku itu. Wuiiihhh... serasa hanya dia satu2nya makhluk terganteng di jagad bumi ini :p Ternyata urat maluku masih ada, aku sampe ga berani negur cowok bule ini, hanya berani menatap dari kejauhan. Melambung bahagia ketika ternyata dia juga ikutan drumband. Sebenernya dengan begini ada kesempatan buat negur kan, tapi tetep aja mwaluuuuwww.... hauehauheiuaheah... Tapi untuk hal2 lain sih aku udah mulai bisa mengatasi rasa maluku... ato mengatasi minder kali ya?

Di SMP kegiatanku makin bertambah, makin banyak teman (tapi tetep gak berani negur si bule itu), tapi diiringi juga dengan beban pelajaran yang makin bertambah, PR mulai bertambah juga. Pelajaran IPA mulai terbagi menjadi biologi dan fisika, tapi di STTB nongolnya tetep IPA. Mulai mengenal praktikum untuk pelajaran biologi, bedah katak. Mulai menghapal tahun-tahun kejadian untuk pelajaran sejarah. Buku-buku pelajarannya pun masih bisa dipake turun-temurun.

EBTANAS menjadi 6 pelajaran (5 seperti waktu SD + Bahasa Inggris), dan kali ini aku mendapat nilai total 47,74. Angkanya merata dari 6 sampe 9 :p

Sekolah Menengah Atas (SMA)
Di SMA nilaiku sangat-sangat dinamik! Sehingga ranking2ku pun naik turun dengan dahsyatnya. Semester 1 aku di urutan 32 dari 40 murid dalam sekelas. Semester 2 naik ke peringkat 23. Semester 3 melonjak ke 9, semester 4 naik ke 6. Thanks to temen sebangkuku yang amat sangat lebih pandai dari aku, jadi bisa aku tanya2in (termasuk aku tanyain juga waktu ulangan... hahahah). Semester 5 turun lagi ke 20, dan semester 6 mentok di peringkat 10. Fiiuuhhh....

Saat SMA emang jadi ajang cari temen sebanyak2nya, bahkan aku lebih akrab dengan para kakak kelas dibanding ama temen seangkatan/sekelas. Kegiatan pun makin banyak juga. Sempet jadi pengurus OSIS, meskipun bukan pengurus inti. Jadi salah satu pengurus inti di ekskul yang aku ikutin, yaitu pecinta alam. Selain kegiatan yang banyak (hura-hura masuk dalam kamus juga lah, nonton bareng, nongkrong bareng, kelayapan bareng), beban pelajaran tentu semakin berat juga. Mulai ada kimia. Pelajaran yang gak terlalu aku kuasai. Fisika apalagi! Padahal untuk 2 pelajaran itu udah ikut les tambahan lho. Tetep wae otak ini ndak nyandak juga :p Belajar mendadak bila besoknya ada ulangan.

Akhirnya EBTANAS bisa lolos dengan total nilai 43,34 dengan 7 pelajaran yang mana IPA terbagi menjadi Biologi, Fisika, Kimia. Dan nilaiku range-nya lebih besar lagi sekarang, mulai dari angka 4 sampe 8. Angka 4 mendapat kehormatan untuk bertengger di Matematika dan Fisika... hauheiuaheiauhea...

Buku-buku pelajarannya pun tetep masih bisa dipake turun-temurun. Heran aku sama pendidikan sekarang. Tiap tahun ganti buku, gak ada buku bekas yang bisa dihibahkan lagi. Udah gitu kebanyakan sekarang ngerjain soal2 langsung ditulis jawabannya di bukunya itu... eh itu LKS kali ya. Ganti menteri ganti sistem pendidikannya... aarrgghhh... pusing kalo ngeliat kondisi sekarang ini. Entah nanti gimana pendidikan di Indonesia ini pas masanya anak2ku, semoga lebih baik.

Pesan moral:
Jangan sia2kan masa pendidikan SD SMP SMA ini. Usahakan untuk memahami semua mata pelajaran yang ada karena itu sangat sangat berguna nantinya. Dan penyesalan itu selalu datang terlambat. -yang menyesal kenapa gak belajar bener2 terutama pas SMA-

Labels: , ,

Sunday, May 16, 2010

SDDN




SDDN
?
Apa itu?

SDDN adalah kantor di mana aku bekerja selama ini. Sebuah Perseroan Terbatas bernama Sigma Delta Duta Nusantara yang kemudian disingkat menjadi SDDN. Berdiri sejak tahun 2000, tepatnya di bulan Agustus, dan aku bergabung di bulan Oktober 2000. Setelah malang melintang di dunia persilatan kerja based-on project semenjak Desember 1997 di Bandung, akhirnya aku bekerja menetap juga di akhir tahun 2000, dan sampai sekarang aku masih setia dengan SDDN.

Di awal berdirinya bidang utama SDDN adalah vehicle tracking dengan menggunakan teknologi GPS, Global Positioning System, atau AVL, Automatic Vehicle Location, yaitu melacak keberadaan suatu kendaraan. Sementara ini media komunikasi yang SDDN kembangkan adalah melalui radio dan GSM (SMS dan GPRS), sedangkan untuk satelit belum karena masih terhitung mahal biayanya (ada yang mau jadi investor ga nih? hihihihihihiii....).

Seiring dengan berkembangnya jaman, ada pelebaran sayap dalam bisnisnya. Tidak melulu terpaku pada AVL, bidang lainpun dirambah SDDN. Salah satunya adalah Epigoni, yaitu suatu software yang membantu menyederhanakan pembuatan aplikasi database. Lengkapnya baca aja sendiri di sini :p Selain itu ada lagi satu produk bernama Qur'an Player. Dan untuk lebih jelasnya lagi sih, mending liat langsung deh ke situsnya yang beralamat di http://sddn.co.id/

You know what? It's my comfort zone! Very!
Ini dikarenakan rasa kekeluargaan yang kental, orang2nya yang baik hati dan tidak sombong, pinter2 pula, tidak ada persaingan karir (lha apa yang mau dipersaingkan? wong mereka expert di bidang masing2 (expert di area kantor mangsutnya :p ). Santai tapi serius. Itulah kami :)

Sempat 3 kali pindah lokasi kantor karena masa sewa habis, si empunya rumah gak mau perpanjang lagi, dan tentu saja karena kami mencari lokasi yang nyaman untuk bekerja. Lokasi pertama, deket ma mie ayam dan es duren Sakinah. Lokasi kedua, sebelahan ama ayam bakar MP (dan hampir tiap hari menjadi menu makan siangku dan gak pernah bosen!). Lokasi ketiga, yang sekarang ini, deket ama Waroeng Unagi, deket ama Dago Tea House. Dan yang jelas selalu menjadi lokasi kopdar temen2 gajahku :p

Namanya perusahaan ya pasti ada saatnya itu roda di atas ato di bawah. Di saat berada di bawah tak membuat kami patah semangat. Dan ketika berada di atas tak membuat kami menjadi lengah. SDDN pun merupakan tempat ideal sebagai tempat menimba ilmu dalam bidang IT, karena berisi orang2 yang melek IT. Sebagian besar merupakan lulusan ITB dan pernah menjadi pengajar di PIKSI-ITB. Tapi kenapa belum aku manfaatin kesempatan untuk menimba ilmu itu ya? Huh! Dasar pemalas! *getok2 kepala sendiri*

Yah begitulah, bagaimanapun aku masih belum bisa melepaskan diri karena aku masih cinta SDDN!

Labels: , , , ,

Saturday, May 15, 2010

konyeel

Beberapa bulan semenjak pertama kali aku bikin akon endhoot di Yahoo! (akhir Desember 1997), aku bikin akon kedua di Yahoo! juga, yaitu konyeel. Huruf kecil semua tanpa ada huruf besar di awal kata seperti EYD bilang.


by Rony @lantip

Why endhoot, why konyeel?
Asal muasal endhoot udah pernah aku ceritain di sini. Now, it's time to tell about konyeel. Well, sebutan ini terjadi sejak aku SMA, oleh seseorang (uhuk). Iye iye.... seseorang kakak kelas yang sempet aku taksir (eheum). Dia lulus SMA dan melanjutkan kuliah di kota lain, kita pun sering kirim2an surat. Belum ada email lah. Entah kenapa dia kasih julukan aku konyeel, mungkin karena aku mungil jadi kayak Unyil. Kowe Unyil kali ya.. jadilah konyeel.

Karena keminggris (tabok @pakerte lagi), pengucapan/pelafalan (eh beda gak sih 2 istilah itu, ucap dan lafal? *lirik uda @ivanlanin*) oo = u dan ee = i, maka jadilah 2 username tersebut. Then, endhoot menjadi nickname utamaku di mana2 di dunia maya ini. Ketika endhoot di YM kena phishing dan gak bisa di-take over lagi, maka beralihlah aku ke nickname konyeel untuk semua produk Yahoo!, yaitu YM, email, flickr, meme, MASH, 360 (eh masih ada gak sih?), juga geocities yang telah punah keberadaannya.

Jadi, demikianlah kejadiannya munculnya nickname konyeel. Dan ternyata postingan ini pendek sekali ya? Hihihihihii... Oke deh aku tambahin dikit. Entah kenapa di dunia maya ini aku lebih sreg memakai nama endhoot daripada memakai nama asliku sendiri. Bukan mo menyembunyikan identitas diri, bukan. Kalo pake nama asli tuh panjang dan mungkin orang gak akan ingat. Kalo pake nama panggilan, banyak nama yang sama alias pasaran... heheheheee... So, biar keliatan beda dan unik aja kali ya, coz there's one and only endhoot, and konyeel :)

Labels: ,

Friday, May 14, 2010

What Happened in My Birth Year?

Pas baca milis, Naif melaporkan random browsingnya, yaitu What Happened in My Birth Year? Iseng-iseng aku menuju ke situs tersebut dan mengetikkan angka 1972. And these were happened 38 years ago:

In 1972, the world was a different place.

There was no Google yet. Or Yahoo. Or Mail.google, for that matter.

In 1972, the year of your birth, the top selling movie was The Godfather. People buying the popcorn in the cinema lobby had glazing eyes when looking at the poster.

Remember, that was before there were DVDs. Heck, even before there was VHS. People were indeed watching movies in the cinema, and not downloading them online. Imagine the packed seats, the laughter, the excitement, the novelty. And mostly all of that without 3D computer effects.

Do you know who won the Oscars that year? The academy award for the best movie went to The Godfather. The Oscar for best foreign movie that year went to The Discreet Charm of the Bourgeoisie. The top actor was Marlon Brando for his role as Don Vito Corleone in The Godfather. The top actress was Liza Minnelli for her role as Sally Bowles in Cabaret. The best director? Bob Fosse for Cabaret.

In the year 1972, the time when you arrived on this planet, books were still popularly read on paper, not on digital devices. Trees were felled to get the word out. The number one US bestseller of the time was Jonathan Livingston Seagull by Richard Bach. Oh, that's many years ago. Have you read that book? Have you heard of it?

Look at the cover!

In 1972... Japanese soldier Shoichi Yokoi is discovered in Guam; he had spent 28 years in the jungle. The RMS Queen Elizabeth is destroyed by fire in Hong Kong harbor. The Aboriginal Tent Embassy is set up on the lawn of Parliament House in Canberra. The British government declares a state of emergency over a miners' strike. A Lufthansa plane is hijacked and taken to Aden. Passengers are released after a ransom of 16 million German marks is agreed. The Club of Rome publishes its report Limits to Growth, a book modeling the consequences of a rapidly growing world population and finite resource supplies. The book used the World3 model to simulate the consequence of interactions between the Earth's and human systems. Sculpted figures of Jefferson Davis, Robert E. Lee, and Stonewall Jackson are completed at Stone Mountain, Georgia. The United Kingdom and the People's Republic of China elevate diplomatic exchanges to the ambassadorial level after 22 years. The last trolleybus system in the United Kingdom closes in Bradford, West Riding of Yorkshire after over 60 years of operation. Iraq nationalizes the Iraq Petroleum Company. Richard Nixon and Leonid Brezhnev sign the SALT I treaty in Moscow, as well as the Anti-Ballistic Missile Treaty and other agreements. The Watergate first break-in, the "Ameritas dinner", fails.

That was the world you were born into. Since then, you and others have changed it.

The Nobel prize for Literature that year went to Heinrich Böll. The Nobel prize for physics went to John Bardeen and Leon Neil Cooper from the United States for their jointly developed theory of superconductivity, usually called the BCS-theory. The sensation this created was big. But it didn't stop the planets from spinning, on and on, year by year. Years in which you would grow bigger, older, smarter, and, if you were lucky, sometimes wiser. Years in which you also lost some things. Possessions got misplaced. Memories faded. Friends parted ways. The best friends, you tried to hold on. This is what counts in life, isn't it?

The 1970s were indeed a special decade. Women's liberation continued. The hippie culture faded. There was an opposition to the Vietnam war, and nuclear weapons. The environmentalist movement began. Tom Wolfe coined the decade the "Me decade" due to a new self-awareness. Mao Zedong died and the market began to liberate in China. There was an oil crisis. After the first oil shock, gasoline was rationed in many countries. In Eastern Europe, Soviet-style command economies begin showing signs of stagnation. The Summer Olympics in Munich, Germany, witness the kidnapping and murder of Israeli athletes by Palestinian Arab terrorists. The Soviet Union invaded Afghanistan. The Who, Pink Floyd, The Eagles, Bee Gees, Abba and others play their music. Jimi Hendrix, Janis Joplin and Jim Morrison all die at the age of 27. The space mission Apollo 13 nearly ends in disaster. Egypt signed the Egyptian-Israeli peace treaty. There was a revolution in Iran. The world sees its first general microprocessor. The C programming language makes its debut. Consumer video games show up on the scene. Microwave ovens become commercially available. Margaret Thatcher was victorious in the UK elections.

Do you know what was on the cover of Life that year?

Do you remember the movie that was all the rage when you were 15? Lethal Weapon. Do you still remember the songs playing on the radio when you were 15? Maybe it was La Bamba by Los Lobos. Were you in love? Who were you in love with, do you remember?

In 1972, 15 years earlier, a long time ago, the year when you were born, the song American Pie by Don McLean topped the US charts. Do you know the lyrics? Do you know the tune? Sing along.

A long, long time ago...
I can still remember
How that music used to make me smile.
And I knew if I had my chance
That I could make those people dance
And, maybe, they?d be happy for a while.
...

There's a kid outside, shouting, playing. It doesn't care about time. It doesn't know about time. It shouts and it plays and thinks time is forever. You were once that kid.

When you were 9, the movie Time Bandits was playing. When you were 8, there was The Watcher in the Woods. When you were 7, there was a Disney movie out called The Rescuers. Does this ring a bell?

6, 5, 4, 3, 2, 1... it's 1972. There's TV noise coming from the second floor. Someone turned up the volume way too high. The sun is burning from above. These were different times. The show playing on TV is Fat Albert and the Cosby Kids. The sun goes down. Someone switches channels. There's M*A*S*H on now. That's the world you were born in.

Progress, year after year. Do you wonder where the world is heading towards? The technology available today would have blown your mind in 1972. Do you know what was invented in the year you were born? The Computed Tomography.

You come around soundin' 1972
You did nothin' new with 1972
Wher's the "Smile You", where's the black and blue?
Where's the black and blue, where's the black and blue?
...

That's from the song Entertain by Sleater-Kinney.

In 1972, a new character entered the world of comic books: Luke Cage. Bang! Boom! But that's just fiction, right? In the real world, in 1972, Jenny McCarthy was born. And Eminem. Denise Richards, too. And you, of course. Everyone an individual. Everyone special. Everyone taking a different path through life.
It's 2010.

The world is a different place.

What path have you taken?

This site was created by Philipp Lenssen in 2010. Please email me at philipp.lenssen@gmail.com for feedback. Some content of this site is from Creative Commons licensed Wikipedia with credit to its individual authors. This site is also CC licensed. Covers are reproduced here under fair use and copyright to their individual publishers. Here's another site I hope you enjoy: Bomomo.
So, apa yang terjadi di tahun kelahiranmu?

Labels: , ,

Thursday, May 13, 2010

Indekos

in·de·kos v cak tinggal di rumah orang lain dng atau tanpa makan (dng membayar setiap bulan); memondok: tetangga saya tidak menerima orang -- , hanya menyewakan kamar
Sumber: KBBI dan Kateglo

Siapa di antara kalian yang pernah merasakan nge-kos (kependekan dari indekos)?
Sampai dengan saat ini aku baru 2 kali merasakan kos. Dua2nya di Surabaya sih pada waktu aku kuliah di Unair. Setelah itu nebeng Bude (masih di Surabaya) dan nebeng mas bro di Bandung. Selain itu belum pernah nge-kos lagi.

Apa alasanmu untuk nge-kos?
For me, alasan pertama adalah karena aku kuliah di kota lain. Alasan kedua ,mencari lokasi yang dekat dengan tempat kuliah. Ada saudara sih tapi rumah mereka gak ada yang sedekat lokasi kos. Alasan ketiga, belajar mandiri. Dan alasan keempat, bebas dari rumah! LOL. Sebenernya sih waktu itu lagi bete aja di rumah, apalagi kan sempet nganggur setahun gara-gara UMPTN th 91 gagal aku tembus. Pede aja dengan masih fresh-nya ilmu di otak, jadi gak ambil cadangan di swasta sama sekali. Ternyata gagal! Jadi, dengan kos aku merasa bebas berbuat semaunya (bebas yang bertanggung jawab tentunya dong), mandiri, dan mengatur diri-sendiri, tanpa ada omelan dari nyokap... hehehehheee...

Berapa biaya kamu nge-kos?
Dua kali nge-kos, aku lupa yang pertama biayanya. Yang jelas waktu itu aku sekamar berdua. Tempat tidur susun, aku yang di atas (karena aku masuk belakangan), kamar mandi luar. Meja satu, kursi satu. Gantian dengan teman sekamar. Lemari satu tapi empat pintu (kalo gak salah inget) jadi bisa dipake masing2. Kipas angin, tentu saja, punya sendiri karena Surabaya itu panas!!! Emang gak nyari kamar yang ber-AC, mahal bok! Berapa ya kos pertama ini? 40 rebu per bulan kalo gak salah sih.
Lalu pindah kos. Kali ini yang sekamar sendiri. 60 ribu per bulan. Kamar mandi tetep luar. Meja kursi jadi bisa dipake sendiri, gak sharing. Lemari plastik, tapi kemudian diganti ama lemari kayu. Tempat tidur dan kasur dan bantal. Aku bawa lampu meja sendiri sekaligus buat lampu tidur biar gak gelap2 amat, karena ibu kos melarang tidur dengan lampu menyala. Eh iya, kamarku yang ini sebelahan dengan kamar ibu kos. Bawa radio-tape sendiri dan dibunyiin kecil banget karena ibu kos juga melarang nyetel radio/tape kalo pas tidur.

Berapa lama kamu nge-kos?
Kos-an pertama berumur kurleb 6 bulan saja karena ada beberapa hal yang membuat aku harus pindah. Lalu kos-an kedua berlangsung sekitar 3 tahunan. Udah betah dan males pindah2 lagi. Kompak pula seisi kos termasuk dengan anaknya ibu kos, yang gak kompak paling ama ibu kos-nya aja :p

Suka duka kamu nge-kos?
Ada suka tentu juga ada duka... ciyeehhh... Buanyak lah suka dukanya. Tapi semua itu sih dinikmati saja, mo suka maupun duka. Ya gak? Kalo yang suka tentu bikin hepi, kalo yangdukaya buat diambil hikmah dan pelajarannya.

Salah satu dukanya adalah pernah kehilangan duit, padahal kan kirimanku pas2an. Ternyata yg nyolong temen sekamar! Okay, akhirnya dia pindah. Eh lah kok masih ada yang ilang juga, ternyata temen sebelah kamar pelakunya. Beuh... Daripada daripada lebih baik mendingan mendingan to? Ya aku cabuts saja dari kos-an itu. Udah gitu sempet ibu kos gak percaya kalo aku kehilangan duit, sampe disuruh sumpah demi Tuhan segala. Yaoloooo... langsung esmosi diriku, gak pernah aku gak dipercaya orang sampe segitunya. Karena aku juga bukan orang yang dengan mudahnya bilang sumpah... sumpah... Karena sumpah itu bener2 diperlukan untuk diucapkan ke suatu hal yang bener2 penting. Langsung deh lapor ke bokap dan minta pindah kos-an.

Untuk sukanya... hhmm... banyaklah! Dapet temen2 baru dari berbagai jurusan disiplin ilmu. Pembelajaran untuk saling berbagi, untuk saling toleransi. Makan bareng, becanda bareng, nonton film bareng, jalan-jalan bareng. Nonton bokep bareng! Wakakakakakaaa... masih pake kaset VHS itu, nontonnya malem2, suara super duper kecil hampir tak terdengar, karena nontonnya di ruang TV yg mana itu TV nempel ke tembok kamar ibu kos!!! *guling2* dan lebih serunya lagi nontonnya bareng ama anak ibu kos yg cowok! Padahal ini adalah kos2an cewek. Tapi malah kita jadi diskusi. Sex education, tentunya tanpa praktek dong. Hihihihihi.... dan anak ibu kos tersebut akhirnya dapet istri dari yang nge-kos di situ. Gedang kepok gedang ijo, arek mondok dipek bojo! Ah.. sudah lama banget aku gak sowan ke ibu kos-ku itu. Gimana kabar beliau ya?

Ah jadi kangen Surabaya deh...

FYI, ternyata ada yang namanya Pulau Kos. Kos Island di Yunani sana. Wuih.. enak kali ya nge-kos di Kos Island? View-nya keren, cowok2nya ganteng2 pula... hhmmm...


Labels: ,

Tuesday, May 11, 2010

Life is A Gambling


Life is a gambling.

Beberapa hari yang lalu aku dapet berita yang amat sangat mengejutkan sekali. 2 orang yang aku kenal yang terikat dalam satu perkawinan telah memutuskan ikatan perkawinan mereka. HAH????? Yang bener?????

Life is a gambling.

Bagai petir menyambar di siang bolong yang panas dan terik. Padahal waktu itu lagi gerimis sih, jadi kalo ada petir ya ndak kaget lah ya :p Mereka orang baik. Bener-bener baik. Secara sifat sih gak usah diragukan deh. Mantap pokoknya. Mereka kadang bikin aku iri juga. Bener-bener gak nyangka ketika denger berita tersebut. Aku yakin gak ada orang ke-3 di antara mereka yang jadi gara2nya. Yakin sekali. Ini pasti tentang hal lain, entah apa itu. Yah semoga memang itu keputusan yang terbaik buat mereka. Dan semoga mereka nanti bisa mendapatkan gantinya yang lebih baik.

Life is a gambling.

Semenjak dapet berita itu aku jadi kepikiran. Dan semakin menguatkan kesimpulanku, sebenernya udah dari dulu banget sih aku menganggap bahwa, LIFE IS A GAMBLING, yang mana perkawinan/pernikahan termasuk di dalamnya. Yup, life is a gambling. Kamu gak akan bisa menebak apa yang akan terjadi nanti. Sebagus apapun planning, sedetil apapun rencana, seminim apapun menghindari sesuatu akan berakibat buruk, 1% aja bisa menghancurkan impian-impian, rencana-rencana, dan ikatan-ikatan suci itu. Gak ada jaminan sama sekali.

Life is a gambling.

Begitu juga dalam berpasangan. Menyatukan 2 pikiran, 2 kepala, 2 hati yang berbeda, dan itu tidak mudah. Oleh karena itu komunikasi itu penting. Toleransi juga penting. Memang, bagai membeli kucing dalam karung. Tapi itu emang resiko yang harus disadari sejak awal.

Life is a gambling.

Hey, that's all just my opinion. You may disagree with me.



Note to myself:
Teori dan asal njeplak asal mangap memang mudah. Prakteknya bisa susah. Semoga aku nanti bisa menjalani teori ini dengan sebaik mungkin.

Curcol:
Koneksi sux membuat sedikit terganggu program #blog31hari-ku. Damn!

Labels: ,

Monday, May 10, 2010

Terima Kasih

Terima kasih.
Thank you.
Danke.
Merci.
Arigato.
Gracias.
Nuhun.
Maturnuwun.

To all of you.
Yang udah mengirimkan ucapannya.
Yang udah memberikan doanya.
Seharian kemaren, Minggu, 9 Mei 2010.
Via milis.
Via twitter.
Via plurk.
Via SMS.
Via telpon.
Via blog.
Maupun yang secara langsung.
Terima kasih banyak!
Aamiin... aamiin... aamiin... ya robal 'aalaamiin...
Semoga doa yang diberikan dikabulkan Allah untukku.

Terima kasih, Tuhan.
Masih Kau ijinkan aku bernapas.
Terima kasih, Tuhan.
Masih Kau ijinkan aku untuk menimba ilmu kehidupan.
Terima kasih, Tuhan.
Kau berikan aku keluarga yang sayang kepadaku.
Terima kasih, Tuhan.
Kau berikan aku teman dan sahabat yang berlimpah.
Terima kasih, Tuhan.
Terima kasih.
Aku tak sanggup berkata-kata lagi.
Aku hanya bisa bersujud syukur atas semua yang telah Kau berikan.
Aku hanya bisa bersimpuh di depanMu.
Dan kembali memohon untuk yang satu itu.
Kapan, Tuhan? Kapan?
Tapi tidak, tidak.
Aku tidak putus asa, Tuhan.
Karena aku yakin Kau berikan aku hikmah di balik lamanya penundaan ini.
Terima kasih, Tuhan.

:)

Labels: , , ,

Sunday, May 09, 2010

38

The magic number turns into 38 today.
Yup, 38.
Yup, thirty eight.
Yup, tiga puluh delapan.
Yup, telung puluh wolu.
Yup, tilu puluh delapan.
Yup, trente huit.

Ya Tuhan, Kau sembunyikan di mana jodohku?
Sudahkah dia di depan mataku?
Ataukah dia masih jauh dari jangkauan?

:)

Labels: , , ,

Saturday, May 08, 2010

Buku dan Membaca

Aku tuh penggemar buku sebenernya. Membaca adalah hobiku. Tapi yang dibaca cukup novel-novel saja, fiksi-fiksi saja. Gak mau baca yang topiknya berat-berat dan seriyus-seriyus. Tapi membaca itu perlu waktu khusus juga. Mana enak kalo misalnya pas baca satu novel dan terhenti tengah jalan dalam waktu yang lama, ketika akan ngelanjutin lagi kan udah lupa ceritanya apaan. Makanya kalo aku tuh perlu waktu senggang khusus kalo mo membaca. Tau gak kalian, sampe sekarang aku belum baca tuh Harry Potter 7. Karena aku merasa belum punya waktu cukup untuk membacanya, lagian tuh HP 7 belum dibalikin ama mas bro #1.

Dan beberapa buku/novel/bacaan masih numpuk aja belum sempet kebaca. Malah keponakan2ku yang duluwan baca. Aku sih kadang yang penting punya dulu bukunya, perkara baca entar kalo udah ada niyat dan waktunya :p

Aku terhadap buku termasuk cerewet. Ajaran dari Mama juga kali ya. Baca buku itu gak boleh dilipet. Baca buku gak boleh dilipat halamannya buat nandain sampe di mana bacanya. Baca buku gak boleh sambil makan (main course), kalo sambil ngemil sih sering. Baca buku gak boleh tangan kotor. Baca buku kalo ganti halaman harus yang rapi, gak boleh sampe kelipet, gak boleh pake ludah. Kalo naro buku juga harus liat2 tempatnya, kotor ndak.

Pernah duluuuu banget, ada temenku yang pinjem 1 bukuku. Balik-balik tuh buku udah kusut. Ketika kemudian dia mo pinjem bukuku yang lain, aku bilang kalo aku ndak punya buku yang dia maksud. Pernah juga ketika SMA, temen-temen (baca: kakak kelas, cowok) sering pada ke rumah dan baca-baca koleksi Donal Bebekku. Mereka gak aku bolehin pinjem untuk dibawa pulang, mereka harus baca di tempat, karena pernah kejadian dipinjem dan gak balik. So, aku emang cerewet dan pelit kalo soal buku :)

By the way, baswei, seminggu terakhir ini aku berhasil baca 4 buku:
1. Chickenstrip: Why Did the Chicken Browse the Social Media?-nya niwat0ri
2. Lajang & Nikah: Sama Enaknya, Sama Ribetnya-nya Nita Sellya dan Okke Sepatumerah
3. 100 Kata-nya Nita Sellya, Jamal si bronisarab, cs
4. Heart Block-nya Okke Sepatumerah

Labels: , , , ,

Thursday, May 06, 2010

Tangtangan: Kurangi Nasi

Sepertinya problem utama semua wanita di dunia itu sama ya. Berat Badan. Sebagian pengen nambah berat, sebagian (besar) lagi pengen nurunin berat.

Kesimpulan yang semena-mena sih :p Tapi ya kalo nanya ke aku ya jawabnya sih kemungkinan besar emang berat badan, selain problem yang satu lagi itu tuh :p Gimana enggak problem, coba ya kita urut kronologis angka-angkanya.

SMA (1988-1991) angka berkisar di 42-43. Kuliah (1992-1997) angka mulai naik ke 46-48. Kerja (sejak 1998-sekarang) angka tersebut melesat hampir mencapai 60. Oh damn! Bandung memang nyaman amat sangat sekali. Udara yang sejuk. Kuliner yang bertebaran di mana-mana. Kuliner yang memanjakan lidah. Plus faktor males olahraga juga ikut andil.

Berbagai cara (tapi belum semua) udah dipake. Yang terakhir pake totok. Mikirnya ditotok kayak di cerita2 silat/kungfu gitu. Ternyata cuman dicubit di perut, lengan atas, dan paha. Gak sampe memar sih lha emang bukan dicubit kok tapi kayak dicubit gitu. Dikasih teh yg berasal dari daun2an kering (entah dari taneman apa aja), juga minum kapsul yg berisi bubuk daun2an dari dia (daun ganja? :p). Dan mengurangi mengkonsumsi sambal/pedas, air dingin/apapun yg dingin, cuka, dan soda. Lumayan berhasil sih, bisa turun sampe 4-5 kilo gitu dalam sebulan. Terutama juga segala lingkar2 mengecil juga: lingak perut (ato pinggang ya?), lingkar paha, lingkar lengan. Paling keliatan ya di lingkar perut lah. Tapi berhubung waktu itu sebentar lagi Lebaran, yang mana mudik dan makan enak, berhubung masalah keuangan juga, akhirnya terapi ini dihentikan. Dan sekarang kembali menuju angka 60 lagi. Damn!!!

Udah gitu ntar sekitar akhir Juni aku diminta sepupuku untuk jadi penerima tamu di kawinan anaknya (berarti keponakanku), Juli ada kondangan, Agustus ada kondangan.... duuhhhh... hyuk mareeee kurus!

Jadi, aku mo challenge myself lagi. Kali ini tantangannya adalah Pantang Nasi selama bulan Mei 2010. Etapi dengan segera tantangan itu aku ralat menjadi Kurangi Nasi. Kalo ga makan nasi sama sekali dari mana akan dapat energi? Ya gak? Ya gak? Ya gak?

Kalo pantang nasi sepertinya terlalu ekstrim. Disarankan sih kurangi nasi/karbohidrat. Pagi usahakan untuk sarapan, siang makan secukupnya, malem hindari nasi. Dari kemaren udah mo mulai tapi kok kemaren badan masih rada ga fit. Hari ini mo mulai juga tapi kok lauknya ikan dan sambal dan tahu goreng. Eughhh.... Dan malem ini mo kopdar makan bebek di Warung Legoh di depan SMA Aloysius di jl. Sultan Agung No. 9, yang katanya enak, yang katanya murah. Aaarrgghhhhh....

note:
Sekrinsyut nyusul yak!

Dan ini sekrinsyutnya:


Update:
Sepertinya tadi malam aku lapar plus bebek bakar madu-nya enaaaakss!!! Manis dan empuk sekali daging bebeknya! Sambelnya juga sedap! Sehingga 1 porsi nasi lenyap ke dalam perutku, gagal niyatku untuk mengurangi nasi :p dan ketika tinggal 1 suapan terakhir, aku baru ingat kalo aku belum moto itu bebek bakar madunya!!!

Labels: , , , ,

Wednesday, May 05, 2010

Ngeblog pake iPad

Jadi ceritanya hari ini (baru) nonton Iron Man 2.
Di Blitz PVJ.
Demi bisa liat secuplik bonus setelah credit title.
Gak usah mbahas filmnya ya.
Udah pasti (ada) lucunya lah.

Ini cuma mau cerita aja.
Kalo ngeblognya ini.
Saat ini nih.
Iya sekarang ini.
Sambil nongkrong di Oh La La PVJ.
Sambil nongkrong bareng:
Kang Deni + istri + N900-nya
Anom
Nhie
Nita - sambil nodong ttd di novel Lajang dan Menikah-nya
Diki - aku gak bawa bukunya jadi belum bisa nodong ttd di Chickenstrip-nya
Mang Ipang + iPad
Iya, jadi ngeblognya nih
Pake iPad dong
Huhuy...
Yang penting gaya!
Hahahahahahahaaa....

Update:
Nih sekrinsyutnya.


Labels: , , , , ,

Tuesday, May 04, 2010

Sakit Kepala

Hari ini ke kantor seperti biasa.
Buka email pribadi.
Buka email kantor.
Buka situs beberapa bank.
Buka plurk.
Buka twitter.
Buka facebook.
Buka blogger.com.
Buka excel.
Buka word.
Cek cek cek cek cek cek cek cek cek.
Tinggalin.
Keluar kantor.
Beredar ke beberapa tempat.
Termasuk ke Gramedia ngambil novel Lajang dan Menikah: Sama Enaknya, Sama Ribetnya.
Belanja keperluan kantor.
Balik ke kantor udah lewat dari jam makan siang.
Panas, gerah, minum segelas besar florida orange memang nikmat.
Makan siang dengan menu ayam goreng tepung, tahu kuah pedes, dan sambal.
Dilanjut meeting dengan boss dan temen-temen kantor.
Beres meeting udah hampir jam 16.00
Klak klik klak klik.
Ketak ketik ketak ketik.
Telpon sana, telpon sini.
Bales email, bales sms, reply plurk, reply twitter.
Dan ternyata aku lupa ga nyalain YM.
Klak klik klak klik.
Ketak ketik ketak ketik.
Transfer sana, transfer sini.
Dan ternyata aku lupa ga nyalain winamp.
Dan aku masih gak ada ide mo nulis apa di hari ke-4 ini.
Jam 20.00 pulang.
Dan sekarang aku sakit kepala.

Labels: , ,

Wall of Sh[F]ame